SEKILAS INFO
: - Selasa, 06-10-2026
  • 1 tahun yang lalu / Terus Maju Tunjukan Baktimu

“APERSEPSI SEBAGAI PEMANTIK”
Oleh : Robiansyah,M.Si
Samarinda, 14 Juni 2022

Bagi pendidikan KH Dewantara, tujuan dari dilakukannya proses pendidikan adalah
untuk “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka
sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi- tingginya” (Dewantara, 1961: 20). Dengan demikian seorang pendidik
dalam menjalankan fungsi tugasnya dalam mendidik dan mengajar peserta didik harus
memahami konsep KH Dewantara. Mendidik tidak sekedar menggugurkan kewajiban
administrasi pengajaran, melainkan menekankan pada bagaimana seorang pendidik
melaksanakan proses pendidikan dan pengajaran yang memanusiakan peserta didik dan
memerdekakan peserta didik baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani.
Lebih jauh sebelum KH Dewantara, Islam sudah lebih dulu menekannya pentingnya
sebuah pendidikan. Ayat pertama yang turun sebagai wahyu bagi Rasulullah SWT yaitu
“Iqra” dalam surah Al Alaq yang berarti “bacalah”, mengandung perintah untuk belajar.
Lebih lanjut pentingnya pendidikan tertuang dalam hadist yang artinya “menuntut ilmu
itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Pendidikan tidak berhenti pada tahapan
menumbuhkan pikiran manusia, namun pendidikan mengatur akhlak dan karekter
berdasarkan ajaran Islam.

Bagaimana seorang pendidik dapat melaksanakan proses pendidikan sesuai konsep
tersebut ditentukan pada rancangan pembelajaran pengajaran yang disusun oleh
pendidik tersebut. Salah satu aspek yang wajib ada dalam rancangan pembelajaran
pengajaran yang disusun oleh pendidik adalah aspek apersepsi. Apersepsi diibaratkan
pintu sebuah proses pembelajaran yang akan dilakukan. Jika kita melihat sebuah rumah
yang bagian pintunya kita amati memiliki warna cat yang cerah dan desain yang unik
serta menarik, tentunya ekspektasi kita bagian dalam rumah pastilah lebih menarik dan
lebih indah dan kita tidak sabar untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Apersepsi juga
dapat diibaratkan sebagai sebuah jembatan. Jembatan menghubungkan satu tempat
dengan tempat lainnya. Apersepsi membantu peserta didik membuat koneksi atau
sebagai penghubung informasi yang sudah mereka ketahui sebelumnya dengan
informasi yang akan dipelajari. Lebih lanjut apersepsi yang dibangun dengan kokoh
tentu lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Memasuki pembelajaran normal atau tatap muka setelah sekian lama peserta didik
melakukan pembelajaran online tentunya tidak selalu berjalan mulus. Peserta didik juga
mengalami perubahan karakter sesuai dengan zaman yang serba canggih dan instan
menuntut pendidik untuk lebih kreatif dan menarik dalam menciptakan sebuah
apersepsi pembelajaran namun tidak lepas dari inti materi yang akan diajarkan. Apersepi
pembelajaran haruslah lebih seru dari game pada gawai peserta didik, lebih menarik dari
konten youtuber dan lebih berkesan dari lagu-lagu terbaru para penyanyi solo, group
band maupun idol K-Pop pada masa kini karena apersepi sebagai pemantik peserta didik
untuk melalui proses pembelajaran pendidikan yang mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

Daftar Guru

Maps Sekolah